Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Saturday, July 19, 2008

Pablo Neruda, Soneta 17

Aku tak mencintaimu seperti engkau adalah mawar,
Atau topas atau panah anyelir yang membakar.
Aku mencintaimu selayaknya beberapa hal
Terlarang dicintai, diam-diam,
Di sela-sela bayangan dan sukma.

Aku mencintaimu seperti tetumbuhan
Yang urung mekar dan membawa jiwa
Bunga-bunga itu di dalam dirinya,
Dan karena cintamu,
Aroma bumi yang pekat tumbuh diam-diam
Di dalam tubuhku
Aku mencintaimu tanpa mengerti bagaimana
Sejak kapan atau dari mana

Aku mencintaimu dengan sederhana,
Tanpa kebimbangan, tanpa kesombongan:
Aku mencintaimu seperti ini,
Karena bagiku tak ada cara lain untuk mencintai

Di sini, di mana “aku” dan “kau” tiada,
Begitu erat, hingga tanganmu di atas dadaku
Adalah tanganku
Begitu erat, hingga ketika kau tertidur,
Kelopak matakulah yang tertutup.


- Pablo Neruda, Soneta 17 -

Wednesday, February 23, 2005

tanpa judul

Diatas rengkahan tanah kerontang
aku meratap
debu dan matahari menatapku tajam
mengirim panas yang membakar sekujur tubuh
Aku lelah….
lelah meniti jalan panjang ini
lelah meniti jalan berliku ini
lelah melewati pengembaran tanpa ujung ini
hatiku meradang, berdarah dan terluka kembali
batinku menagis lagi
menjerit
Ya Rabb…
Kuatkan aku

sirami hatiku dengan kasih-Mu
temani aku dalam pengembaraan ini
hingga kugapai cinta-Mu
wahai Kekasihku



note : saat termenung di kamar dan sebersit rasa sesal menyelinap dihati

Sunday, February 20, 2005

Saat hujan tiba rindupun menjelma

Hujan turun
basahi dedaunan
basahi rerumputan
menebar wangi tanah
Rindu menggumpal
mengisi setiap sudut hati
mengisi ruang-ruang yang ada
menebar aroma duka
ah
Mengapa bila hujan tiba rindupun menjelma?